Hokkaido: Menelusuri Kehidupan Suku Ainu yang Mulai Sirna

Yakin sudah mengenal Jepang? Tapi belum tahu lebih dalam tentang keunikan dari 47 prefektur di dalamnya?

Untuk dapat mengenal Jepang lebih dalam lagi, The Daily Japan! akan merilis tulisan eksklusif yang berusaha menelusuri keunikan dan kekhasan dari ke-47 prefektur yang membentang dari Utara hingga ke Selatan. Penelusuran pertama The Daily Japan! akan dimulai dari titik paling utara, yakni Hokkaido!

Terletak di bagian paling utara Jepang, Hokkaido memiliki ciri khas yang membuatnya berbeda dari prefektur lainnya, mulai dari iklimnya yang lebih dingin dibandingkan dari daerah lainnya hingga hidupnya suku Ainu yang jauh berbeda secara ras, bahasa, dan kebudayaan dengan orang Jepang kebanyakan.

Suku yang identik dengan Hokkaido tersebut adalah etnis Ainu. Tidak ada catatan sejarah khusus yang menceritakan tentang bagaimana Suku Ainu berkembang karena tidak ada catatan sejarah tertulis, namun diyakini bahwa kehidupan suku Ainu mulai muncul pada Abad ke-13. Selama ini kisah atau sejarah tentang kehidupan suku Ainu hanya berkembang dari mulut ke mulut.

“Ainu” memiliki arti “manusia” yang berasal dari bahasa Ainu. Suku Ainu memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap alam dan juga percaya bahwa Tuhan hadir di mana saja. Orang Ainu meyakini bahwa roh hidup di setiap fenomena alam, binatang, tumbuhan, dan juga peralatan yang manusia buat. Menurut kepercayaan Ainu, roh tersebut mengubah bentuknya dan turun ke Bumi dari Surga dengan sebuah misi khusus yang dipercayakan kepadanya.

Kamuinomi atau doa terhadap Tuhan adalah sebuah upacara penghormatan kepada setiap hal penting bagi kehidupan manusia atau kepada fenomena yang melampaui kapasitas manusia seperti Tuhan, atau untuk berdoa agar terciptanya stabilitas bagi kehidupan manusia atau juga memberikan apresiasi terhadap Tuhan yang telah melindungi mereka hingga saat ini. Oleh karena itu, orang Ainu selalu berdoa di setiap kesempatan dan paling pertama mereka selalu berdoa kepada Tuhan Api. Orang Ainu meyakini bahwa Tuhan Api hidup dalam setiap jantung rumah dan mengawasi kehidupan setiap keluarga.

Kehidupan orang Ainu sangat lekat dengan alam, salah satu contohnya adalah dalam pembuatan pakaian mereka dapat menggunakan bulu burung atau unsur alam lainnya. Pakaian orang Ainu disulam dengan pola yang unik pada bagian manset dan hems nya sebagai bentuk doa untuk mencegah masuknya roh jahat.

Tarian dan nyanyian juga identik dengan kehidupan suku Ainu karena mereka hidup secara harmonis dengan Tuhan dan alam. Ritme musik diciptakan oleh nyanyian dan tepukan tangan tanpa instrumen musik lainnya dan para wanita memimpin tarian.

Tetapi bukan berarti suku Ainu tidak memiliki instrumen musik khas, mereka memiliki instrumen musik yang disebut sebagai “Mukkuri”, yakni sebuah instrumen yang terbuat dari potongan bambu kecil dan tipis. Instrumen tersebut diletakkan di depan mulut dan suaranya di hasilkan dengan menarik senar-senar yang menempel hingga menciptakan vibrasi.

Penggunaan bahasa Ainu saat ini semakin sedikit, memasuki abad ke-20, bahasa Ainu hanya digunakan pada bagian Selatan dari pulau Sakhalin dan sebagian kecil orang di Pulau Kuril. Namun saat ini telah dilakukan berbagai usaha untuk mempertahankan bahasa Ainu melalui tarian dan berbagai upacara. Kelas bahasa Ainu pun mulai dibuka di berbagai bagian di Hokkaido. Selain itu, upaya lainnya untuk mempertahankan budaya Ainu adalah melalui upacara seperti Iomante dan Chip sanke.

Dapat dilihat bahwa saat ini kebudayaan dari suku Ainu mulai terancam dengan kehidupan modern. Saat ini pun sebenarnya sudah tidak ada lagi orang Ainu yang tinggal di pondok dengan atap jerami dan menggunakan pakaian Ainu. Saat ini kebanyakan orang Ainu telah hidup layaknya orang Jepang biasa. Namun untuk tetap menjaga pelestarian budayanya, selain melalui pengadaan upacara-upacara, terdapat sebuah museum Ainu di Kota Shiraoi, tidak jauh dari kota Noboribetsu, Barat Daya Sapporo.

Foto: google.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s