FOKUS: Diego Forlan Dan Permasalahan Cerezo Musim Lalu

forlan

Terdegradasinya Cerezo Osaka menjadi kejutan terbesar musim lalu. Diawal musim mereka mendatangkan mega bintang asal Uruguay yang juga Topscorer Piala Dunia 2010, Diego Forlan. Hadirnya Forlan menambah amunisi Cerezo yang sudah diperkuat oleh dua pemain muda bertalenta di Jepang, Yoichiro Kakitani dan Hotaru Yamaguchi serta pemain nasional Korea Selatan Kim Jin-hyeon. Selain membeli Forlan, Cerezo juga mendatangkan pemain nasional Australia Mitch Nichols dari Melbourne Victory.

Tak heran jika Cerezo masuk dalam salah satu kandidat terbesar meraih gelar juara musim 2014. Meski dipertengahan musim ditinggalkan oleh Kakitani yang hijarah ke FC Basel, Cerezo sukses menghadirkan pengganti yang tidak kalah kualitasnya. Mereka berhasil mendatangkan Cacau. Pemain asal Brazil yang memperkuat Jerman di Piala Dunia 2006.

Dengan deretan nama-nama tersebut tentu tidak ada yang mengira jika akhirnya mantan klub Shinji Kagawa ini akan terkena degradasi. Santer terdengar juga jika Forlan mengalami masalah dan membuat situasi di dalam tim menjadi tidak harmonis.

The Daily Japan! mencoba menanyakan kepada Alan yang juga admin dari fanbase Cerezo di Indonesia tentang apa sebenarnya yang terjadi dengan Cerezo sampai harus mengalami musim yang sangat buruk dengan skuad yang bisa dibilang lengkap.

TDJ: Bagaimana cerita awalnya Cerezo bisa mendatangkan Diego Forlan?
Seperti yang sang presiden klub Masao Okano utarakan, mendatangkan seorang Diego Forlan adalah untuk merealisasikan target mereka menjadi klub terbaik di Jepang sekaligus sebagai hadiah untuk para pemain yang pada musim sebelumnya bermain dengan luar biasa meski hanya dihuni oleh beberapa pemain muda. Presiden klub berharap Forlan bisa menularkan pengalamannya sebagai seorang pemain dengan nama besar dan sarat pengalaman yang telah beberapa kali membela klub-klub besar di liga Eropa.

TDJ:  Bagaimana susasana tim saat Forlan bergabung?
Sesaat setelah Diego Forlan diperkenalkan sebagai bagian dari Cerezo Osaka untuk mengarungi J.League musim 2014 tim sangat antusias untuk menyambutnya ini terlihat dari beberapa pemain yang senang ketika ditanya mengenai seorang Forlan bahkan mereka terlihat begitu semangat dengan kedatangan sang bintang. Suasana ini pun terbawa tidak hanya untuk tim dan pemain tapi tentunya kepada para penggemar.

TDJ: Selepas Piala Dunia, Kakitani pergi ke Eropa. Seberapa besar Cerezo kehillangan anak emas mereka?
Tentu ini suatu kehilangan yang sangat besar bagi Cerezo ketika harus ditinggal Kakitani ditengah keadaan klub yang sedang kurang baik dan beberapa pemain penting yang cedera, bahkan beberapa suporter sempat mempertanyakan keputusan klub yang melepas Kakitani ditengah keadaan klub yang tengah terpuruk, meski Cerezo mendatangkan Kai Hirano dan Cacau sebagai pengganti dari kepergian Kakitani.

TDJ: Mengapa setelah Piala Dunia Forlan jarang diturunkan? Apakah ada masalah internal dengan tim?
Sebenarnya tidak ada masalah internal yang menyelimuti antara Forlan dan tim, pasca Piala Dunia Diego mengalami cedera ringan sehingga dia harus beristirahat beberapa pekan. Situasi menjadi sulit untuk Forlan karena Cerezo melakukan pergantian pelatih ditengah jalan yang menyebabkan strategi tim ikut berubah dan berhubung saat itu Forlan masih belum sepenuhnya fit sehingga dia selalu tidak masuk dalam lineup awal. Hal ini menyebabkan performanya menjadi kurang baik sehingga dia jarang diturunkan di sisa musim setelah Piala Dunia. Alasan inilah yang di sinyalir membangun ketidak harmonisan didalam tim yang membuat beberapa kali Forlan mengatakan tidak begitu senang dengan kadaan tim saat itu.

TDJ: Apakah mendatangkan Cacau sebagai pengganti Kakitani adalah langkah yang tepat?
Sejujurnya jika pendapat saya, itu kurang begitu tepat meskipun Cacau terbilang pemain yang mempunyai banyak pengalaman. Menjadi serasa hambar karena Cacau belum terbiasa dengan sepak bola Jepang. Terlihat pada laga-laga awal dia nampak begitu kesulitan meski pada akhirnya dia berhasil menciptakan beberapa gol penting untuk Cerezo termasuk golnya ketika mengalahkan Urawa Reds di Yanmar.

TDJ: Alasan utama mengapa Cerezo sampai terkena degradasi
Ada banyak alasan mengapa Cerezo bisa terdegradasi, meskipun dengan kedalaman tim yang begitu mentereng sehingga banyak yang memprediksikan untuk bisa meraih gelar J.League musim 2014. Meskipun banyak yang menuding kegagalan Cerezo adalah akibat salah dalam penunjukan sosok seorang pelatih yang tepat, saya lebih menyoroti pergantian pelatih ditengah kompetisi bahkan hingga dua kali sebagai masalah utama yang menyebabkan Cerezo terdegradasi. Saya lebih setuju jika Cerezo mempertahankan Popovic meskipun dia hanya membawa tim menduduki peringkat ke 13 di akhir masa baktinya. Setidaknya tim tidak harus lagi untuk beradaptasi dengan pelatih baru. Menurut saya sangat tidak bagus untuk sebuah tim ketika harus sampai tiga kali berganti pelatih dalam satu musim.

TDJ:  Bagaimana peluang untuk kembali ke J1 musim ini?
Jika melihat kedalaman skuad saya merasa yakin Cerezo akan kembali ke J1 musim depan meskipun itu tidak bisa menjadi sebagai acuan karena itu tidak saja cukup, dibutuhkan juga kerja keras dan konsistensi permainan. Saya tetap yakin jika Cerezo bisa kembali lagi ke J2 meski seburuk-buruknya melalui babak playoff.

Foto: cerezo.co.jp

Narasumber: Alan (@CerezoFansINA)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s